♥~CINTA kerana ILLAHI, itulah cinta HAKIKI.. rasa cinta yang TIADA MATI.. bersemi lagi di SYURGA FIRDAUSI..♥♥♥♥ ~Cinta itu tidak selalu menuntut kesempurnaan. Cinta itu ketika kita dapat menutupi kekurangan seseorang dalam kebersamaan. Tuhan, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan & sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram "
Khamis, Jun 14, 2012
semesta bertasbih
semesta bertasbih
subhanallah…
air bertasbih
dengan jernihnya yang terus mengalir
yang memberikan kehidupan pada tiap apa yang dia lewati
daun pun bertasbih
dengan kerelaannya dibawa ke mana pun arah angin berhembus
matahari dan bulan bertasbih
dengan siang dan malamnya
bertasbih dengan cahayanya yang menawan
hujan pun bertasbih
dengan indah pelanginya
gunung bertasbih
dengan bentangan yang menyejukkan
bayi pun bertasbih
dengan tangisannya yang memberi kita sebuah senyuman
laut bertasbih
dengan ombak yang bersahut
burung bertasbih
dengan nyanyian alam yang merindu
bintang-bintang pun bertasbih
alam raya pun bertasbih
dengan keluasannya yang tak terkira
dan semesta pun bertasbih..
kita pun bertasbih
mata bertasbih
dengan tunduk pandangannya
bertasbih dengan air matanya
air mata rindu pada Rasul nya
air mata sesal akan dosa dan maksiat sekecil apapun itu
air mata bahagia, syukur atas segala nikmat
air mata cinta kepada Rabb nya
tangan pun bertasbih
dengan kerelaannya meringankan beban saudaranya
kaki bertasbih
dengan ringan melangkah ke tempat yang Allah cintai
mulut bertasbih
dengan menjaga lisannya
bertasbih dengan kata-kata yang benar
bertasbih dengan senyum tulusnya
dan hati bertasbih
dengan penghambaan keikhlasannya
menjaga semuanya…
semarang, 07 februari 2011
salleum sami
Merawat CINTA
Cinta tak ubahnya seperti pohon yang tak selamanya terlihat segar.
Daun-daun yang dulu hijau cerah mulai menguning, akhirnya coklat kaku.
Bunga-bunganya yang pernah indah merekah kini layu.
Beberapa ujung tangkai pun mulai tampak mengering.
Begitulah hidup... Tak ada yang tetap dalam hidup.
Semuanya dinamis: bergerak dan berubah,
tumbuh dan menyusut, berkembang dan tumbang.
Apa pun dan siapa pun. Termasuk, cinta suami isteri.
Setidaknya, itulah yang kini dialami Bu Tati.
Ibu lima anak ini merasakan ada yang berkurang dari suaminya.
Tidak seperti dulu ketika anak masih satu, dua, hingga tiga.
Apalagi ketika belum ada anak. Wah, terlalu jauh perbandingannya.
Saat dulu, suami Bu Tati tak pernah ketinggalan telepon ke rumah sebelum pulang kantor.
Bahkan, sehari bisa tiga kali telepon. Kini, seminggu dua kali sudah teramat bagus.
Itu pun karena ada yang mau ditanyakan.
Dulu, kemana pun Bu Tati pergi, suami selalu antar jemput.
Paling tidak, mewanti-wanti agar ia berhati-hati.
“Hati-hati, ya Dik. Bisnya sering kebut-kebutan,” ucap suami dengan penuh perhatian.
Kini, menanyakan tujuan pergi pun sudah sangat bagus.
Dulu juga, suami kerap ngasih hadiah di hari-hari bersejarah.
Di antaranya, hari kelahiran, dan tanggal pernikahan.
Walau hadiah cuma pulpen, buku harian, atau Alquran saku.
Tapi, kesan yang timbul begitu dalam.
Kini, jangankan hadiah, ingat dengan momen itu saja sudah bagus.
Mengingat-ingat masa lalu, bikin Bu Tati mengoreksi diri. Apa yang salah.
Kalau cinta dihubung-hubungkan dengan rupa,kenyataan itu mungkin bisa diterima.
Ia memang bukan Tati dua belas tahun lalu. Banyak perubahan, memang.
Tapi, mestikah cinta dan perhatian harus menyusut..
sebagaimana berkerutnya wajah dan tidak langsingnya tubuh. Apa layak itu jadi alasan.
Bukankah cinta terlihat dari pandangan mata hati.
Bukan dari simbol-simbol fisik yang terlihat dari pandangan mata,
yang bisa menyilaukan ketika ada cahaya dan buram di saat gelap.
Bukankah cinta perpaduan dari senang, kagum, cocok, sayang. Bahkan, kasihan.
Tidak jarang, cinta tumbuh pesat dari akar kasihan.
Bukan hal aneh jika seorang pemuda langsung melamar muslimah..
yang terusir dari rumahnya lantaran mengenakan busana muslimah.
Ada juga muslimah yang dilamar lantaran statusnya sebagai anak yatim miskin.
Lalu, kenapa cinta suami Bu Tati bisa menyusut.
Padahal kasih sayang Bu Tati tak pernah berkurang.
Dengan lima anak, Bu Tati pun mesti giat menggali kasih sayang
agar bisa merata ke anak-anaknya.
Bukankah ini sebuah bukti bahwa adakalanya cinta tersangkut pada rupa.
Menjamin lestarinya kasih sayang memang bukan perkara mudah.
Dan, lebih tidak mudah lagi menjamin bahwa kecantikan rupa tidak akan bergeser.
Karena sudah kepastian Allah bahwa muda akan menapaki anak tangga usia menuju tua.
Semakin banyak anak tangga yang ditapaki, makin berkurang nilai rupa.
Seorang teman Bu Tati pernah memberi anjuran soal menjaga nilai rupa.
Sang teman menganjurkan agar Bu Tati diet, senam, minum herba.
Tiga hal itu mesti dilakukan teratur dan terus-menerus.
“Repot memang. Tapi, itu penting. Supaya cinta suami tetap lestari,”
ungkap sang teman beriring canda.
Ucapan teman itu menguatkan dugaan Bu Tati: cinta juga berbanding lurus dengan rupa.
Boleh-boleh saja Bu Tati berdalih bahwa cinta melulu persoalan hati.
Tapi, bukankah manusia tidak semata-mata terdiri dari hati dan rasa.
Bukankah fisik juga bagian dari unsur manusia. Dan itu berarti keindahan rupa.
Jadi, bisa dibilang wajar kalau perhatian dan cinta suami menurun
lantaran nilai rupa Bu Tati berkurang. Benarkah ?
Ah, rasanya tidak. Di simpangan ini, Bu Tati ragu mau menempuh jalan mana.
Kok, sepertinya tidak adil....
Kalau dulu, Bu Tati masih sempat ngurus kecantikan, kesegaran, dan kebugaran tubuh.
Tapi, sekarang? Duduk istirahat saja sudah sangat sulit.
Selalu saja ada kesibukan: anak sakit, anak mau berangkat sekolah, anak punya PR sekolah,
anak mau makan, memasak menu kesukaan suami, mencuci, ngurus rumah.
Dan masih segudang persoalan rumah lainnya.
Itu pun belum termasuk tugas-tugas sosial masyarakat.
Nah, gimana mau diet, kapan mau fitnes, gimana bisa minum herba.
Bukankah diet butuh pilihan dan keteraturan makanan yang sehat dan baik.
Dan itu berhubungan erat dengan waktu dan uang.
Begitu juga dengan fitnes dan herba.
Sulit kan kalau waktu dan uangnya belum memadai. Jadi?
Harus ada langkah bersama supaya cinta tetap terawat.
Tidak semua sangkutan-sangkutan yang bikin redupnya cahaya cinta bersumber dari Bu Tati.
Bisa jadi, ada ketidakcocokan antara standar nilai rupa suami dengan kenyataan yang semestinya.
Kalau nilai rilnya memang hanya lima puluh, standarnya jangan dipatok sembilan puluh.
Susah ngejarnya. Paling tidak, selisih antara standar dengan kenyataan tidak lebih dari sepuluh.
Dan nilai sepuluh ini bisa dikejar dengan diet dan senam sederhana.
Kalau ada uang belanja lebih, bisa ditopang dengan herba.
Memang, kehangatan cinta bisa lahir dari stabilnya nilai rupa.
Tapi, unsur emosi pun punya andil yang lumayan besar.
Kalau cinta cuma berpatok pada langgengnya rupa,
mungkin rumah tangga kakek nenek akan bubar massal.
Di sinilah seninya bagaimana suami isteri bisa memainkan emosi
sehingga cinta menjadi indah untuk dinikmati.
Kepiawaian mengelola emosi juga mampu menjadikan cinta lestari.
Bayangkan, betapa jauhnya jarak usia antara Rasulullah saw dengan Aisyah:
kira-kira empat puluh tiga tahun. Belum lagi kesenjangan intelektual dan rupa.
Tapi, semua itu tidak jadi masalah lantaran irama emosinya begitu rapi dan indah.
Rasulullah tidak perlu ragu berlomba lari bersama isterinya,
mengecup kening isteri saat pergi ke masjid, bersenda gurau layaknya teman,
berdiskusi layaknya guru dan murid, dan sebagainya.
Justru, unsur emosilah yang kadang dominan dari nilai rupa.
Bu Tati punya kesadaran baru. Bahwa, merawat cinta merupakan upaya bersama
mengelola nilai rupa agar tidak jatuh drastis.
Dan, memainkan irama emosi dengan saling percaya dan saling membutuhkan.
Cinta memang tak ubahnya seperti pohon yang tidak selamanya segar.
Karena pohon memang tidak akan pernah kokoh
kalau hanya dinikmati kesejukan, keindahan, dan buahnya.
Ia juga butuh siraman air, kesuburan tanah, dan pagar perlindungan.
•*•INFO PERJALANAN MANUSIA•*•
Sahabat Hikmah...
Hidup ini sebenarnya seperti sebuah penantian
untuk melakukan perjalanan yang panjang...
Menunggu suatu perjalanan...
Yang kita selalu menghindar darinya...
Dan TIKET perjalanan tanpa kita pesan...
Sudah dibooking dengan GRATIS
Dan kita mau tidak mau akan mengikuti perjalanan tersebut.
Berikut ini TIKET yang telah dibooking buat kita:
=====================================
INFO PERJALANAN MANUSIA
=====================================
IDENTITAS PENUMPANG:
Nama : Manusia
Tempat Asal : Tanah
Alamat : Planet Bumi
--------------------------------------------------------------------------
KETERANGAN PERJALANAN :
Terminal Keberangkatan : Dunia
Transit : Alam Qubur
Terminal Kedatangan : Padang Mahsyar
Tujuan Akhir : Surga / Neraka
Jam Keberangkatan : 'Surprise'
"Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan Pasti) apa
yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang
dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati
(QS Lukman : 34)
Check In: Akan dilakukan oleh Malaikat Maut.
"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah
yang kamu selalu lari daripadanya. (QS. Qaaf:19)
Barang Bawaan yang diijinkan :
1. Kain kafan
2. Iman
3. Amal Shalih
Barang yang boleh datang menyusul :
1. Shodaqah jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Do'a anak yang sholeh
----------------------------------------------------------------------------
TIPS PERJALANAN YANG MENYENANGKAN :
• Tujuan akhir Anda di Surga atau di Neraka ditentukan oleh Anda
sendiri dalam mengikuti tips perjalanan ini.
• Perjalanan Anda akan menyenangkan, tidak takut dan tidak
sedih apabila sebelum perjalanan ini, Anda di dunia telah
mengikuti petunjuk kehidupan dari-Nya.
"Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa
yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas
mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(QS Al Baqarah : 38)
• Dalam perjalanan Anda akan mendapat kelas EXECUTIVE dengan
fasilitas super NIKMAT apabila Anda termasuk orang yang
direkomendasikan.
" Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-nya, mereka itu
akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat
oleh Allah, yaitu: para nabi, shiddiqqin, syuhada dan sholihin.
Dan mereka itulah teman sebaik- baiknya."
(QS An Nisa: 69)
•Anda akan selalu dihibur oleh malaikat dan selalu bahagia apabila
Anda mengakui hanya Allah sebagi tuhannya dan berISTIQOMAH
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah
Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka
malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
“Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan
gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah
kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia
dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan
dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
(QS Fushilat 30-31)
--------------------------------------------------------------------------------
CATATAN :
• Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu membaca,
mempelajari, menghafal dan mengamalkan BUKU PETUNJUK
KEHIDUPAN AL QURAN ALKARIIM.
•Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu berhubungan dengan
Allah minimal sholat 5 kali sehari, Puasa Ramadhan, Membayar zakat
dan Haji bila mampu.
•Hati-hati dengan calo Syaithan yang selalu menawarkan tiket ke Neraka !
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِي
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam
secara keseluruhannya, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah
syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kalian.”
(Al Baqarah : 208)
================================================
Silahkan TIKET perjalanan ini dicetak dan ditempel di dinding sebagai pengingat.
Semoga PERJALANAN nanti akan MENYENANGKAN...
Dan sampai di Negeri yang sesuai HARAPAN kita
Yang penuh dengan kenikmatan, tidak ada kesusahan , dan tidak akan sedih.
Bukan negeri yang penuh PENYIKSAAN, KETAKUTAN serta KESEDIHAN
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً,
ROBBANAA AATINAA FIDDUN-YAA _HASANAH
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia
وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً,
WAFIL-AAKHIROTI _HASANAH
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di akhirat
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
WAQINAA ‘ADZAABANNAAR
dan peliharalah kami dari siksa neraka".
(QS. Al-Baqoro:201)
Langgan:
Ulasan (Atom)


